Korupsi – Makin Menjadi di Setiap Daerah “SELALU TAAT’ BILA BEKERJA”, Project Bangunan Semua Ditindak Tegas SEGERA MUNGKIN!!!! (AWASI DALIH-DALIH PROYEK-PROYEK YANG SUDAH MAIN MATA DAN TANGAN-TANGAN RAKUS)

sel kejari tuban

Korupsi – Makin Menjadi di Setiap Daerah “SELALU TAAT’ BILA BEKERJA”, Project Bangunan Semua Ditindak Tegas SEGERA MUNGKIN!!!! (AWASI DALIH-DALIH PROYEK-PROYEK YANG SUDAH MAIN MATA DAN TANGAN-TANGAN RAKUS)

Loading

JST-NEWS | Jakarta, Proyek pencegahan banjir di Kabupaten Tuban dikorupsi. Tiga pelaku diringkus Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban. Kasus ini terungkap ketika proyek bernilai ratusan juta rupiah ini dikerjakan bukan oleh ahlinya.

Kejari Tuban membongkar kasus korupsi proyek biopori senilai Rp908.870.600 ini di Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) kabupaten setempat.

Para tersangka ini berinisial WS, YA dan HG yang merupakan warga Kabupaten Tuban. Kemudian ketiga pria itu dengan mengenakan rompi orenge bertuliskan ‘Tahanan Kejaksaan’ langsung dikeler ke tahanan Lapas Tuban.

“Tersangka telah ditahan,” ungkap Kepala Kejari Tuban Imam Sutopo, Kamis (24/7).

Praktik kasus dugaan korupsi itu bermula ketika tersangka YA ‘pinjam bendera’ milik WS Direktur CV Ulung beralamat Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel, Tuban, untuk mengondisikan tender proyek biopori pada tahun 2021 silam.

Alhasil, lelang tersebut dimenangkan CV Ulung dengan penawaran harga senilai Rp908.870.600 dari pagu anggaran Rp984.000.000. Kedua tersangka itu tidak melaksanakan pekerjaan proyek, dan diduga menerima keuntungan sendiri setelah melakukan pengondisian.

“Di sini terlihat adanya pengondisian dalam pelaksanaan proyek,” Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tuban, Yogi Natanael Cristianto.

Pekerjaan proyek biopori ini diserahkan kepada tersangka HG yang secara kualifikasi dia tidak memenuhi persyaratan. “HG yang tidak memiliki kapabilitas justru ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan,” tambah Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tuban, Yogi Natanael Cristianto.

Menurutnya, proyek biopori ini seharusnya dikerjakan sebanyak 16.400 titik tersebar di desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Tuban. Namun, sama tersangka hanya dikerjakan 9.121 titik biopori.

Lalu tersangka membuat laporan fiktif dengan dalih pelaksanaan proyek untuk mengurangi risiko banjir dan meningkatkan kesuburan tanah telah selesai. Akibatnya, negara mengalami kerugian ratusan juta dari proyek gagal tersebut.

“Negara mengalami kerugian keuangan sebesar Rp344.428.045,” pungkasnya.

Dan dalam peninjauan secara berkala seluruh daerah pun digencarkan pencarian staf-staf pejabat di instansi daerah Kabupaten se-Indonesia akan menjadi lebih pengamatan seluruh akses dari manapun. yang namanya; korupsi itu dari hal-hal pekerjaan diamanahkan setiap sisinya (bukan untuk memperkaya/memperkuat tim di penyelubungan apapun kinerja pada bagian masing-masing mengelola, ini merupakan bentukan manusia “bodoh”, hanya bisa gunakan kertas jabatan di pendidikan tinggi namun (tidak kridible konsisten terhadap aspek kode etik profesi yang mengarah kesalahan-kesalahan itu pun tidak dibenahi “atau, sikap korupsi berjema’ah masih saja diadakan dari jenis pengadaan barang dan jasa yang siginifikan tumpang tindih ketepatan menjurus ke hukum pidana semua di daerah-daerah, sebagainya).

Dengan adanya berita ini, efek jera terhadap pelaku dunia kerja tak sadar-sadar yang dihasilkan itu merusak diri sendiri, keluarga, bahkan kematian dikemudian hari pasti terjadi lebih cepat menuai alam kubur yang cepat.

Rakyat Indonesia – Berdo’a untuk siapapun yang dibalik permainan pada mutu kualitas sumber daya manusia tak kompeten di lini kabupaten daerah akan menjadi acuan pemeriksaan seluruh anggaran, agar tepat dan benar digunakannya,(Pecat dan Miskinkan; Seperti rakyat yang mengais rezekinya dalam sulit dunia kinerja penutupan akal pikiran, serta lainnya “sekarang kita masukan sel saja satu persatu”, agar paham dunia kinerja benar.(baik itu relatif munafiq atau pembodohan persembunyian masingmasing dari aneka permainan pejabat baru atau lama).

SIKAT!!! Singkirkan semua penemuan apapun kita laporkan secara berkala. Rakyat Indonesia; jangan lupa kodrat dirinya – semata-mata jabatan mu tinggi pun akan hilang raib, malu tak malu dipermalukan media pun tak enggan digubris oleh beberapa phase staf-staf pejabat ahli di instansi terkait masih sifat + sikap pencuri kelas kamuflase.

demikian berita ini kami publikasi sebagai sarana informasi tepat dan benar. sebelumnya, terima kasih untuk semua Jakarta & sekitarnya selamat Dinn, Dunia, dan Akhirat Kepada-Nya bertemu di kebenaran FAKTA YANG ADA BUKTI!!!

pasti, kami pun sebagai tim keredaksiaan berikan semua data-data kevalidan setiap aturan daerah adalah aturan dari manusia. hanya saja, dari segerombolan atau segelintir orang miskin sekarang harus berani TERIAK BEBAS!!! Ayok… laporkan tanpa takut dan kuatir, kita belum punya keuangan mumpuni, namun kita semua punya miliki arti ilmu pengetahuan ketuhanan yang maha esa itu asli selalu ada.(bukan ditiadakan / disisihkan hanya sekedar menutupi. Cek Semua DINAS!!!

Catatan :

*yang perlu di cek semua dinas pendidikan, kesehatan, dan kominfo, masih banyak ketimpangan sikap terhadap orang kecil (masyarakat kecil) KITA SIAPKAN DATA KITA BONGKAR SEMUA!!!
*sekolah tinggi kalian, jika KORUPSI ataupun masih menggunakan sistem secara persembunyian TETAP BISA KAMI BONGKAR SEMUA!!!
*bilamana ruang kami bermedia tak digubris (SAATNYA DATA MELAYANG KE PENJURU RAKYAT BERSUARA SE-NUSANTARA), Tidur pun tak nyenyak – Nyaman Kalian Koruptor HARUS KE SEL!!! (Uang mu Pun TAK BERGUNA KARENA TELAH MENGHINA RAKYAT KECIL)
*nama-nama kalian hai . . . pelaku korupsi berkelompok diberbagai akses Instansi daerah, kami sudah pelajari dan cermat data-data autentik semua! (kebanyakan sudah muntah itu diperut kalian pelaku KORUPSI), tidak sadar-sadar juga!!!
Red©24/7/2025/Informasi Aktual/Jadilah Benar/Maka Semua Pelindung Ketaatan Terhadap Kehidupan Semestinya/JST-NEWS
Journalist Social Them - Your Share Media Social Acsess Online Integrity Network

You cannot copy content of this page