- Berita Terkini
- Banten
- Bengkulu
- Daerah Khusus Jakarta
- Ekonomi
- Gaya Hidup
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Kalimantan
- Kebudayaan
- Lainnya
- Maluku
- Merauke
- Nasional
- Organisasi
- Papua Nugini
- Pariwisata
- Pemerintahan
- Pertanian
- Plus News
- Sains Dan Teknologi
- Serba-serbi
- Sosial
- Sulawesi
- Sumatera
- Talk Show
- Tradisional
- Wisata & Ziarah
Kemendes PDT Gandeng ID SEED Perkuat Ekspor Produk Hilirisasi Desa ke Pasar Global
Jakarta – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal bersama Indonesia Diaspora SME Export Empowerment & Development tengah merancang kolaborasi strategis untuk mendorong produk hasil hilirisasi unggulan desa menembus pasar internasional.(14/5)

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi desa yang berdaya saing dan berbasis nilai tambah.
Kerja sama tersebut difokuskan pada penguatan rantai nilai dari hulu ke hilir, mulai dari standarisasi mutu, pengemasan, sertifikasi, hingga akses pasar global melalui jaringan diaspora Indonesia di luar negeri.
ID SEED, sebagai organisasi diaspora yang bergerak di bidang pemberdayaan UMKM, akan menjadi jembatan penghubung antara produsen desa dengan buyer internasional.
Menteri Desa dan PDT menegaskan bahwa hilirisasi bukan sekadar proses pengolahan, tetapi strategi transformasi ekonomi desa agar tidak lagi menjadi pemasok bahan mentah. “Desa harus naik kelas.
Dengan kolaborasi ini, produk desa tidak hanya berhenti di pasar lokal, tetapi memiliki daya saing di pasar global,” ujarnya.

Dari sisi akademik, inisiatif ini sejalan dengan konsep inclusive economic development_dan value chain upgrading yang menempatkan pelaku usaha desa sebagai subjek utama dalam rantai nilai global.
Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat desa secara berkelanjutan sekaligus mengurangi ketergantungan pada ekonomi ekstraktif.
Bagi masyarakat luas, kolaborasi ini berarti peluang nyata.
Kopi, cokelat, kerajinan, rempah, hingga produk olahan pangan dari desa kini memiliki jalur yang lebih terbuka untuk dijual di pasar diaspora Indonesia di Amerika, Eropa, dan Timur Tengah.
Dampaknya langsung dirasakan melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, dan penguatan identitas produk lokal.
Ketua ID SEED menyampaikan bahwa jaringan diaspora siap menjadi mitra strategis.
“Kami tidak hanya membuka akses pasar, tetapi juga mendampingi pelaku UMKM desa”, dalam memahami standar ekspor, tren pasar, dan branding internasional.
Ini adalah kolaborasi gotong royong untuk mengangkat nama Indonesia dari desa,” ujarnya.
Kemendes PDT dan ID SEED menargetkan program percontohan di beberapa desa prioritas pada triwulan keempat 2026.
Evaluasi dan replikasi akan dilakukan secara bertahap agar model ini dapat diadopsi oleh lebih banyak daerah.
Langkah ini menegaskan arah kebijakan pemerintah dalam menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, berkeadilan, dan terhubung dengan ekonomi global.
Redaksi | 14 Mei 2026
























