Presiden RI “diem-diem perhatian pada rakyat”, sampai kritisi ke Kemanag RI – Tak ada itu bayar-bayar lagi Badal Haji
Jakarta dan sekitarnya, Persoalan badal haji tidak hanya menyangkut administrasi atau tata kelola dana umat, tetapi juga menyentuh sisi moral dan kesucian niat dalam beribadah.(23/5)
Ketika ibadah yang sakral dipersepsikan cukup “dibayar” melalui transfer uang tanpa pemahaman syariat yang benar, maka muncul kekhawatiran terjadinya penyimpangan makna ibadah itu sendiri.

Sebagian kalangan menilai, praktik yang tidak transparan dapat membuka ruang gratifikasi terselubung atas nama pelayanan ibadah.
Apalagi jika dana umat dikelola tanpa penjelasan rinci mengenai siapa pelaksana badal hajinya, bagaimana proses manasiknya, dan apakah benar dilaksanakan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Di titik inilah publik meminta pengawasan serius dari Kementerian Agama RI agar ibadah tidak tercampur dengan kepentingan administratif maupun keuntungan tertentu.
Dalam perspektif spiritual, ibadah sejatinya bukan transaksi materi antara manusia dengan Allah SWT.
Sholat, puasa, zakat, maupun haji adalah bentuk ketundukan hati dan penghambaan yang lahir dari keikhlasan.
Karena itu, muncul pertanyaan moral di tengah masyarakat: apabila seluruh dimensi ibadah dipandang cukup dengan uang dan formalitas, lalu di mana letak kesucian hati manusia sebagai hamba Allah SWT?
Islam mengajarkan bahwa manusia lahir dalam keadaan suci dan dibimbing menuju akhlak mulia.
Maka, pemahaman syariat harus dibangun dengan ilmu, amanah, dan kejujuran, bukan sekadar simbol atau mekanisme administratif semata.
Ibadah yang benar bukan hanya sah secara aturan, tetapi juga menjaga kemurnian niat, tanggung jawab moral, dan rasa takut kepada Allah SWT dalam setiap amanah umat yang dijalankan.
Sepeserpun, dari pelaksanaan kegiatan ibadah haji harus “taat jalani secara peran syari’at murni”.
baznas disorot, dam’ juga jadi polemik yang bukan kewajiban. semua badan penyelenggara di haji dan umroh jadi tercuat pada masih mengumpat dibelakang seperti – kapas yang putih terbang tanpa pegangan rasa ruh-Nya.
Redaksi | 23 Mei 2026
























