- Berita Terkini
- Banten
- Bengkulu
- Daerah Khusus Jakarta
- Hukum
- Internasional
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Kalimantan
- Keagamaan
- Lainnya
- Maluku
- Merauke
- Nasional
- Papua Nugini
- Pemerintahan
- Serba-serbi
- Sosial
- Sulawesi
- Sumatera
Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H – 2026 : Muhasabah Rindu Jati Diri Prioritas Antar Sesama Agama
Jakarta – Momentum Idul Adha tahun 1447 Hijriah menjadi refleksi mendalam bagi kehidupan umat beragama di tengah derasnya arus digitalisasi dunia modern.(26/5)
Tokoh hukum nasional, Erles Rarael, menegaskan bahwa makna kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan perjalanan rohani yang mampu menembus batin dan menyelaraskan hubungan antarsesama manusia dalam kehidupan sosial yang semakin kompleks.
Menurutnya, perkembangan era platform digital dan komunikasi berbasis relasi melalui WhatsApp maupun media sosial telah mengubah pola interaksi masyarakat secara drastis.
Namun di balik kemajuan tersebut, nilai kemanusiaan dan spiritualitas tetap harus menjadi prioritas utama. “Perubahan zaman tidak boleh menghilangkan jati diri manusia. Teknologi harus menjadi jembatan peradaban, bukan memutus nilai-nilai moral dan persaudaraan,” ungkapnya dalam pesan reflektif menyambut Idul Adha 1447 H.
Ia juga menyoroti pentingnya pembangunan kualitas sumber daya manusia lintas generasi, mulai dari era lama, era milenium hingga generasi Z. Menurut Erles, semangat pengorbanan yang diwariskan dalam kisah agung Nabi Ibrahim AS bersama Nabi Ismail AS menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter masyarakat modern yang lebih tangguh, bijaksana, dan berintegritas.
Tak hanya itu, ia turut mengingatkan tentang perjalanan spiritual besar Nabi Muhammad SAW saat menerima wahyu pertama Al-Qur’an di Jabal Nur. Gunung yang penuh rintangan dan perjuangan tersebut dinilai menjadi simbol bahwa setiap manusia harus melewati ujian kehidupan sebelum mencapai cahaya ilmu pengetahuan dan keteguhan iman.
“Sebagaimana Rasulullah SAW menapaki Jabal Nur demi menerima cahaya wahyu, maka manusia hari ini juga harus mendaki perjuangan hidup dengan kesabaran, mahmudah bahasa hati, dan perbuatan yang baik agar hubungan kepada Allah SWT tetap terjalin utuh hingga akhir hayat,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa mahmudah bukan sekadar kelembutan ucapan, melainkan cerminan hati yang bersih, tindakan yang penuh kasih, serta kemampuan menjaga persaudaraan di tengah kerasnya perubahan zaman.
Menurutnya, manusia yang mampu menyelaraskan hati, ilmu, dan amal perbuatan akan lebih mudah menemukan kedamaian spiritual dalam kehidupan dunia maupun akhirat.
Momentum Idul Adha tahun ini juga dinilai menjadi titik kebangkitan spiritual bagi calon jamaah haji dan umrah 2026. Nilai keikhlasan, pengorbanan, serta ketulusan ibadah diyakini mampu menciptakan regenerasi umat yang lebih khusyuk dan mendalam dalam memahami makna perjalanan suci ke Tanah Haram.
Di tengah dinamika ekonomi, perkembangan teknologi, dan perubahan sosial global, pesan Idul Adha 1447 H menjadi pengingat bahwa harmoni kehidupan hanya dapat terwujud ketika kemajuan dunia berjalan berdampingan dengan kekuatan iman, moralitas, dan kepedulian antarsesama manusia.
“Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026
Semoga semangat pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan ketulusan Nabi Ismail AS menjadi cahaya kehidupan, memperkuat iman, mempererat persaudaraan, serta menuntun langkah menuju keberkahan dunia dan akhirat.”26 – 27)
Salam Keseluruhan Keselamatan Toleransi Antar Sesama Pada Agama di Indonesia – Nasional & Internasional “Jati Diri Prioritas Prima Mengabadikan Momen Bersama Pemerintah Pusat dan Daerah RI” tutupnya : Presiden RI Prabowo Subianto di Perancis.
Redaksi | 27 Mei 2026
























