Tegaskan Etika dan Verifikasi Informasi, Hendra dan Abriansyah Buka Klarifikasi Resmi
Pontianak, Menyikapi beredarnya rekaman percakapan serta berbagai narasi yang berkembang di media sosial dan ruang publik, Hendra yang mewakili pemilihan café didampingi Abriansyah memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.(29/5)
Keduanya menegaskan bahwa percakapan yang beredar merupakan komunikasi internal yang bertujuan menjaga keseimbangan informasi serta mengedepankan prinsip kehati-hatian sebelum suatu informasi dipublikasikan.

Dalam penjelasannya, Abriansyah menekankan pentingnya mekanisme konfirmasi, hak jawab, dan proses verifikasi yang objektif serta profesional terhadap setiap informasi yang diterima. Menurutnya, seluruh pihak harus menjunjung tinggi etika, profesionalisme, dan asas praduga tak bersalah agar pemberitaan tidak berkembang menjadi opini sepihak yang berpotensi memicu kegaduhan maupun konflik berkepanjangan di ruang publik.
Kami tim keredaksian menjadikan momentum (question live at location with intens), Mereka juga mengajak seluruh pihak untuk menahan diri serta mengedepankan komunikasi yang sehat dan terbuka dalam menyikapi persoalan yang berkembang. Apabila terdapat keberatan maupun dugaan kerugian akibat informasi atau pemberitaan tertentu, penyelesaiannya diharapkan dilakukan melalui mekanisme hukum dan etika pers yang berlaku, sehingga situasi tetap kondusif dan tidak menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.
Redaksi | 29 Mei 2026
























