Gubernur Jawa Tengah Luthfi: SIAPKAN Strategi Ngopeni Ngelakoni Support Full Pembuatan Rumah di Kalangan Masyarakat Untuk Sejahtera (RTLH 2026 – 2029 HARUS KEJAR TARGET)
KUDUS — Program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) terus menjadi salah satu langkah nyata Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan.
Salah satu penerima manfaat, Hadi Mulyono (54), warga Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, merasakan langsung perubahan tersebut. Setelah bertahun-tahun tinggal di rumah yang kerap terdampak banjir dan memiliki kondisi bangunan yang rapuh, kini rumah yang ditempatinya bersama keluarga menjadi lebih aman dan nyaman untuk dihuni.
Perubahan itu terwujud melalui bantuan perbaikan RTLH dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Rumah Hadi bahkan menjadi lokasi kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Bupati Kudus Sam’ani Intakoris pada Senin (29/6/2026).
Dengan penuh rasa syukur, Hadi menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterimanya.
“Terima kasih Pak Luthfi atas bantuannya. Rumah yang sudah puluhan tahun kami tempati sekarang menjadi lebih layak dan nyaman untuk keluarga,” ujar Hadi.
Hadi yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan mengaku, sebelumnya kondisi rumah lebih rendah dari jalan sehingga saat hujan turun sering terjadi banjir. Dinding rumah yang dibangun dengan material lama juga mulai rapuh dan mudah rusak.
Pada tahun anggaran 2025, tercatat sebanyak 254 warga Kabupaten Kudus menerima bantuan perbaikan RTLH. Sementara pada tahun 2026, Pemprov Jawa Tengah kembali melanjutkan program tersebut untuk 47 unit rumah di wilayah Kudus.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, program RTLH bukan sekadar pembangunan fisik rumah, tetapi menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat.
“Program perbaikan RTLH ini merupakan stimulus untuk mereduksi angka kemiskinan. Dengan rumah yang lebih layak, diharapkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” tegasnya.
Sepanjang 2025, Jawa Tengah mencatat 274.514 unit rumah telah diperbaiki melalui berbagai skema pembiayaan, mulai dari APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten/Kota, CSR perusahaan, hingga swadaya masyarakat.
Selain itu, intervensi pengentasan kemiskinan juga dilakukan melalui dukungan permodalan, pendidikan, pemenuhan gizi, kesehatan, hingga perluasan akses pembiayaan perumahan.
“Tujuan akhirnya adalah masyarakat semakin sejahtera dan angka kemiskinan di Jawa Tengah terus menurun secara berkelanjutan,” tutup Gubernur – Luthfi.
Redaksi | 29 Juni 2026
























